Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Merdeka (Unmer) Malang, menjalani asesmen lapangan (visitasi akreditasi), oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Pembukaan asesmen lapangan berlangsung pada hari ini, Selasa, 1 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat FEB Unmer Malang, pukul 08.00 – 08.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Unmer Malang, Dr. Ana Mariani, S.Sos., M.Si, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. Boge Triatmanto, MM, Kepala Perpustakaan Pusat, Dr. Ir. Djoko Andrijono, MT, Kepala Biro Humas, Razqyan Mas Bimatyurgra Jati, S.Ars., M.Ars, Kepala Pusat Karir, Elta Sonalitha, S.Kom., MT, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Multimedia, Arif Saivul Affandi, S.Kom., MM, Kepala Badan Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (BP3M), Dr. Mohamad Nur Singgih, SE., MM, serta undangan lainnya. Sebagai penyelenggara acara, hadir langsung, yaitu Dekan FEB Unmer Malang, Dr. Retna Safriliana, SE., M.Si., Ak., CA, dengan didampingi Wakil Dekan I FEB, Irany Windhyastiti, SE., MM, Wakil Dekan II FEB, Dr. Saman Abdul Azis, SE., CTT., M.Si, Ketua Program Studi S1 Manajemen, Roby Nur Akbar, S.AB., M.AB, dan Sekretaris Program Studi S1 Manajemen, Dr. Aditya Budi Krisnanto, STP., MBA., CPM (A). Bertindak sebagai asesor LAMEMBA, adalah Dr. Aris Budi Setyawan, SE., MM (Universitas Gunadarma, Depok-Jawa Barat) dan Prof. Dr. Giriati, SE., ME (Universitas Tanjungpura, Pontianak-Kalimantan Barat). Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh M. Lutfi Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd, dan dilanjutkan dengan sambutan dekan FEB dan kedua asesor diatas. Asesmen lapangan ini akan berlangsung mulai 1 – 3 Juli 2025.
Dekan FEB Unmer Malang, Dr. Retna Safriliana, SE., M.Si., Ak., CA, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada kedua asesor LAMEMBA di kampus FEB Unmer Malang, serta berterima kasih atas kehadirannya di kampus ini. Dekan perempuan pertama FEB Unmer Malang ini, juga memaparkan bahwa peringkat akreditasi Program Studi S1 Manajemen, saat ini, telah terakreditasi “Unggul”, dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), serta berharap akan tetap “Unggul”, setelah dilakukan asesmen lapangan oleh LAMEMBA saat ini. Sementara itu, Dr. Aris Budi Setyawan, SE., MM selaku asesor I dalam sambutannya mengatakan bahwa kedatangannya ke kampus ini, untuk mengecek secara langsung kondisi riil setelah membaca borang akreditasi yang telah diupload sebelumnya. Dosen Universitas Gunadarma tersebut juga menyampaikan, bahwa dokumen borang yang telah diupload barangkali belum memenuhi persyaratan untuk “Unggul”, tetapi setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, ternyata telah “Unggul”, sesuai standar persyaratan yang telah ditetapkan. Nantinya hasil asesmen lapangan ini, akan dibawa dalam sidang komite akreditasi LAMEMBA, yang terdiri dari: Evaluasi Kinerja Asesor, Evaluasi Hasil Akreditasi, Tindak Lanjut Temuan, dan Penyusunan Kebijakan. Dr. Aris mengutarakan, bahwa setiap kegiatan akademik, harus disertai dengan bukti fisik atau dokumen, yang disingkat UANG, yaitu: U=Undangan, yaitu harus ada undangan fisik tidak hanya soft file, A=Absensi, yaitu harus ada daftar hadir, N=Notula, yaitu harus ada catatan, dan G=Gambar, yaitu harus ada gambar sebagai dokumentasi otentik disertai narasi / keterangan yang memadai. Kemudian beliau juga menambahkan, bahwa untuk dapat peringkat akreditasi “Unggul”, maka dari 27 dimensi yang ada, 19 diantaranya harus bersifat internasional, baik standar kinerja akademik, publikasi penelitian, publikasi pengabdian masyarakat, luaran pendidikan, luaran penelitian, dan luaran pengabdian masyarakat. Sementara itu, asesor II LAMEMBA, Prof. Dr. Giriati, SE., ME, menambahkan, bahwa untuk mendapatkan hasil kinerja terbaik, mohon agar dapat dibantu secara maksimal oleh Program Studi Manajemen dan FEB Unmer Malang, karena hasil akhir atau nilai asesmen lapangan ini, nantinya, akan dibahas dan diputuskan oleh Komite Akreditasi LAMEMBA di Jakarta. Intinya, pihaknya selaku asesor hanya memotret kondisi riil di lapangan, namun keputusan ada di LAMEMBA.







